tanyaku menawarkan jasa.Mama menengok ke belakang, tersenyum dan menyahut, Gak usah.Kerjaan gampang. Bokep hijab Ia menyambutku dengan senyum ketika aku menghampiri tempat tidur dan melompat ke atasnya…menerkam tubuh bugil ibu tiriku dengan birahi meluap-luap.Buka dulu dong baju dan celanamu, sayang, bisik Mama sambil mencolek hidungku. Ibu tiriku bangkit dari sofa.Iya Mam, aku mengangguk. Saat itu aku duduk di depan TV, pura-pura menonton TV. Tapi bibirnya itu… tersenyum lagi… !Sudah lama aku ingin mendapat kesempatan ini, Mam.Ntar…mama pengen pipis dulu, kata ibu tiriku sambil mengeluarkan tanganku dari dasternya, kemudian bangkit dari kursi kerjanya dan melangkah ke arah toilet.Aku jadi dag-dig-dug menantikan detik-detik mendebarkan ini.Keluar dari toilet, Mama tidak duduk di belakang meja kerjanya lagi. Padahal selama ini aku tak pernah berpikir yang bukan-bukan terhadap beliau. Tapi rasanya buah dada Mama lebih kencang dan padat.Mama diam saja. Yang jelas, sejak Mbak Ning gak ada, aku jadi pemurung, baik di rumah maupun di sekolah.




















