Aku tak mau munafik. Bokepindo Hanya jalan tanah tertutup pasir, yang kecil dan hanya bisa dilalui oleh sepeda. Bahkan tanpa terasa air liur kami bertukar tempat….tapi kami tidak mempedulikannya. Tentu saja semua nama dan tempat kejadian kisah ini kusamarkan semua. Pada masa itu jalannya pun belum diaspal. Lalu kami menuju sepeda kami yang digeletakkan tak terlalu jauh dari celah bukit batu karang yang mirip gua kecil itu.Beberapa saat kemudian kami sudah mengayuh sepeda kami masing-masing, menuju pulang ke rumah bibiku.Setibanya di rumah, aku langsung berkata, Cepetan mandi gih. Tidak segampang berenang di kolam renang.Ren…kamu pernah dicium cowok ? Karena itu aku harus hati-hati. Bahkan sebaliknya, orang tuaku hidup pas-pasan, karena mereka cuma buruh tani. Sementara kedua lengannya memegangi kepalaku. Aku mau duduk di pantai aja.Iya, sahut Reni ceria. Bahkan pelukan Reni di leherku semakin erat saja.Akhirnya ciuman kami terlepas. Lalu memandang ke arah laut lagi sambil bertanya, Sudah puas berenangnya ?Sudah, sahutnya sambil duduk di sebelah kiriku, Terima kasih ya sudah bersedia menemaniku di




















