“Belum…. Bokep rusia gue lihat elo pulang pagi ya…”
“Emang…” kata Windy sambil duduk di hadapanku.Windy keluar masih dengan pakaian tidurnya, yg super pendek dan tak berlengan. Si Abang itu maksudnya Kru. bentar lagi gue gabung” terdengar suara pelan Ditee dari kamar belakang.Ya udah… apalagi selain nunggu, sambil ngobrol ngalor-ngidul.Sementara Aku mulai “membangun” khayalan lagi begitu mataku tertumbuk Windy. “Ditee…..?”
“Ada di kamar”potong Windy. Mungkin ini bisa jadi ‘resep’ bagaimana agar hubungan kasih tetap rukun, jarang bertengkar, yaitu dengan sering “bertengkar” di dalam kamar.Sebenarnya, tadi malam Akupun bergumul dengan tak sengaja. emangnya semalem gak sexy…”“Engga, kalo semalem kamu ‘panas’……”
“Oh iya ? pasti ngelayap”jawabku.Bro yg satu ini emang jarang tidur di rumah.“Iya tuh…. “Tuh…kan… pasti ada apa-apanya nih”sambung Ditee. Dalam catatanku, sesosok yg baru muncul ini bernama Ken Rudiaji. elo gak usah tutup-tutupin lagi…”
“Dia bilang masa gue tidur di bawah, dia ngotot mo tuker tempat. Yg lebih membuat Aku kaget, ternyata di belakangku diam-diam nyusul anak-anak kost.




















