kutarik turun pelan cd-nya tangan Reva berhenti mremas-remas rambutku. Reva membelai rambutku.”aku mencintaimu Reva…”rayuku menciumi wajahnya”Reva juga mas… ” aku mulai bergerilya diatas tubuhnya kujilati lagi lehernya, bagian tubuh wanita yg paling gampang membuat membuat mereka kegelian.kutelusuri dadanya menuju belahan susunya. Bokeb kuciumi wajahnya, Reva membalas. sekarang semua terpampang indah dihadapanku.kunikmati susu itu, Reva mengelinjang keenakan. walau tinggalnya tidak terlalu jauh, aku biasa mengiriminya kartu pos yang isinya seringkali memuji suaranya, bibirnya atau alisnya yang tebal atau yang isinya berupa ucapan terimakasih atas persahabatan unik kami. nikmatnya vagina ini rasanya lebih nikmat dari vagina istriku yg mulai longgar setelah melahirkan. jambakan Reva membuatku bergairah. aku sendiri tidak tahan lagi,isap sayang…” pintaku dng nada memelas. inilah rasa yg sampai skrg tidak bisa dijelaskan dan tak bernama. .” setelah 10 menit yg rasanya seperti sepuluh thn.tubuh Reva mengejang terdiam, suaranya tersendat-sendat, “EGH…EGH…EGH…” Reva memelukku erat. kami ngobrol dan seperti pertemuan pertama gadis ini mmg memikat saat sedang ”ribut”.sepanjang pertemuan itu Reva tidak menolak sewaktu kupegang tangannya,




















