Di luar aku nggak berani dengerin radio lagi. Siang itu aku menyuapi Mbak Narsih. Bokep barat Ah, berdosakah aku? Maka aku harus hati-hati kalau ngomong atau bertanya sesuatu. Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit. Pertama kali menyentuh bibir bawahnya, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan. Maklum kan manten anyar? Dia adalah anak ayah dari isteri pertama. Kompor bisa menyala lagi. Ayoooo.. Kubuka kran dan kutembakkan water kanon itu untuk membersihkan kotoran yang menempel di sana. Mbaaaaaakk..oooohhhhh.. Karena tiap pagi dan sore, mengepel tubuhnya, aku bisa melihat dari dekat seperti apa tubuh wanita dewasa itu. Lemas. Tatapan matanya menyihirku untuk mengangguk. Aku parut lembut dan kuparamkan di perutnya. Benar kata Bulik Saodah, Mbak Narsih kesepian dan haus minum es lilin
Sekarang baru aku tau bahwa saat itulah aku kehilangan keperjakaanku. Sekarang, ambil air lagi, diguyur pelan-pelan. Kakakku tidak salah memilih pasangan hidupnya. Tapi aku tidak kuat menahan beban tubuhnya.




















