Kami tampak begitu bahagia dan serasi. Kok kuperhatikan akhir-akhir ini mas banyak diam”“Iya, ngggak apa-apa kok,”“Syukurlah kalau begitu mas” Yuni ikut naik ke ranjang sambil menyelimuti tubuhku dengan selimut yang lembut dan wangi. Bokep jilbab Bergaun putih, muka pucat putih kaya topeng. trus maen kuda-kudaan”“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.Dengan sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya. Aku tidak kuat” kataku pada Bimo.“Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. Sungguh menjadi inspirasi untuk datangnya mimpi burukku.Saat makan siang di kantor aku mengutarakan tentang kehidupan rumah tangga ku yang membosankan kepada Rudi dan Rio temen akrabku. Dalam kekalutanku aku menghubungi Bimo, kakakku untuk bertemu saat makan siang.Akhirnya pertemuanku dengan kakakku Bimo, akan terlaksana juga. Dia tengah tertidur pulas. Mereka masih tidur dalam




















