Masih terbayang peristiwa semalam dan rencana yang telah kususun. Aku bersemangat bangun dan langsung menuju lorong belakang aku berharap ketemu mbak Diah dibelakang, tapi aku harus kecewa. Indo bokep “maaf bu, kirain gak ada orang” kataku “iya.. Bu evi memberi jalan kepadaku. Didepan pintu kamar belakang mbak Diah aku melihat sepasang sandal yang aku yakin bukan punya mas Anto. Merah padam mukanya mbak Diah. Hanya saja tidak bisa sesering ketika masih bertetangga. Langsung saja kubuka bagian atas bajunya dan langsung kunikmati dada montok yang telah menantiku itu. Aku bermimpi membawa kedua wanita tetanggaku kedalam kamarku dan kami main bertiga. “Ada apa dik hadi” tanya bu evi dengan tersenyum. Sejak lama aku mengagumi toket bu evi ini, maka tak kusia siakan hari itu untuk menikmati sepuasnya. Pada ketukan kedua aku mendengar langkah kaki mendekati pintu. Pelan kuremas sementara bibirku mencari cari putingnya yang lain.



















