“Viii… Vivi…” tiba-tiba terdengar suara beberapa orang cewek. Indo bokep “Gus, kenalin… ini… Vivi,” kata si Andi memperkenalkan cewek tersebut. Andi dan Al mengikuti saya. Dengan buru-buru saya menjawab telepon tersebut, rupanya hari itu Vivi ulang tahun dan dia bermaksud mengundang saya untuk makan malam. Terasa degup jantung saya yang semakin cepat. Dari sana saya tahu kalau dia kost di daerah Mangga Besar bersama seorang kakak perempuannya. Tiba di lantai 5, saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul gadis tersebut. Kok nggak nongol-nongol sich?” gerutu Vivi sambil cemberut. Tanggapannya cukup baik, kita ngobrol sekitar 15 menit. Asalnya dari Palembang, dan di Palembang ibunya tinggal bersama dengan seorang kakak perempuannya.Habis itu hampir setiap hari saya selalu menelepon Vivi dan menanyakan kondisi dia, dsbnya. Kesedihan yang tidak saya ketahui alasannya dan kekaguman yang saya kira ditujukan ke saya(Buat para petualang yang belum berpengalaman, saran saya adalah memperhatikan tatapan cewek di mana saja kalian berada.




















