“Ah, Mas Andra ini bisa aja godain Maya..”Maya mencubit pahaku sekilas. Bokep barat emmh..” Maya mulai melenguh.Nafasnya mulai tak beraturan. Habis aku pengin banget sih. “Pacaran itu dasarnya harus ada suka.” lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. Dia suka sama aku. Lalu masukkan lagi, keluar lagi begitu berkali-kali. Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Kenalkan nama saya Andra (nggak nama sebenarnya). “Maya suka sama mas Andra?”Maya memandangku penuh arti. Dia suka sama aku. Aku tarik kembali penisku. Waduh, penisku kok bangun yah?“Mau nggak Mas, tolongin Maya?”
“Ada upahnya nggak?”
“Iiih, dimintai tolong kok minta upah sih…”Cubitan kecil Maya kembali memburu di pahaku. Aku cumbui leher wangi itu. Yang ada tinggal Maya, si bungsu dan Ersa, sepupunya yang kebetulan lagi berkunjung ke rumah oomnya.Terdengar irama lagu India dari dalam rumah induk, pasti mereka lagi asyik menonton Gala Bollywood.




















