Maka setelah penis Wawan selesai kuoral sampai bersih, aku segera menggerakkan pinggulku menyambut tusukan demi tusukan Suwito, dan benar saja, tak sampai 10 menit Suwito sudah menggeram. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu laki laki di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Bokep Kembali aku merasakan sperma yang bercampur cairan cinta. Lalu aku menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih. Ternyata pak Arifin sedang menyendoki lelehan sperma yang bercampur cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, dan ditadahi dengan piring kecil tadi. Saya suapin peju mau ya?.Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut seperti menyuapi anaknya yang sedang sakit. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai janji mereka, ini hanya satu ronde. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, karena rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar benar menghancurkan akal




















