Apa saja Bos, yang penting jangan rusak toko saya. Brazzers Si Kumis yang daritadi hanya menonton pun mulai tergoda untuk ikut menyiksa Dian. Terlihat bekas merah di pantatnya yang putih mulus itu. “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa! Kita emang gak salah pilih!” ujar si Hitam. Terlihat bekas merah di pantatnya yang putih mulus itu. “Bos, dia mau langsung maen kasar nih, gak suka kali dia kalo cuma dielus doank!” ujar si Botak sambil tertawa. Bulls**t! Cambukan demi cambukan menghajar pantat Dian, meninggalkan garis-garis merah. Masih kekecilan tapi, tetenya aja belom tumbuh,” ujar si Botak.“Gak apa2, gue mau liat mekinya yang belom ada bulu pastinya!”Saya pun panik karena tidak menyangka mereka juga akan mengerjai anak saya yang terbilang masih kecil dan belum mengerti apa2 ini. Cambukan demi cambukan menghajar pantat Dian, meninggalkan garis-garis merah. Ko Aseng, demikian tetangga dan kerabat memanggil saya. Si Hitam merekam adegan penyiksaan itu dengan kamera HPnya. Kemudian dengan kasar ia merobek kaos yang dikenakan Dian dan melemparnya




















