Sambungan dari bagian 1Kembali ke Kiko, mungkin karena melihat si Jendral yang tegap, tinggi dan gagah, dia jadi sangat bernafsu, atau mungkin juga khas cewe Nippon kalau oral suka liar seperti itu kali ya. Bokep barat Mendengar itu bukannya saya berhenti malah jemariku mulai menyelinap ke arah pangkal pahanya. Kami makan sambil minum kopi otomat.Singkat saja, kami sampai di apartemen (mansion) Kiko. Jay, mo okii na.” (Jay sakit, kebesaran tuh) Kiko terus merintih, sepertinya kesakitan betul. Jari tengahku mulai berani menembus celah basah itu.Wah, sempit juga. Lidahnya semangat sekali mengitari palkon sambil sesekali menggigit kantung zakarku yang sudah mengeras. Lalu dia membantuku membersihkan dengan tissue. Memang cewek Jepang biasanya walaupun liar tetapi kalau dalam kenyataannya pemalu, pemalu artinya tidak dapat banyak batang kejantanan (rea kanjeut). Lembut kukecup bibir Kiko yang merekah. Kiko lalu tiduran di pangkuanku sambil ikut menonton. Tidak lama kemudian kembali Kiko mengejang dan hidungku mendadak basah terkena cairan berbau khas yang meleleh.




















