“Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. Bokep arab Sepertinya Jeanne membuat nasi goreng dan oseng-oseng ayam dan udang dengan sayuran. Banyak pertanyaan silih berganti di kepalaku, tapi tidak kuperdulikan. Aku tumbuh menjadi anak yang nakal. Akhirnya aku jadi sangat mencintai Yo dan dia juga demikian. Dan yang membuatku semakin menyesal adalah aku tidak sempat melihat jenazahnya, karena telah dikuburkan di sebuah pemakaman umum di Jakarta. Selama ini aku hanya mengetahuinya dari buku, majalah, atau film. Namanya Yolanda. Mulut kami masih berciuman. Aku sempat marah padanya dan kutantang dia berkelahi. Katanya lagi, Yo akan sangat marah dan kecewa bila laki-laki yang dicintainya ternyata sangat lemah. Bayangkan, tidak ada yang perduli, kost dan hidup sendiri, punya banyak uang (yang aku tahu itu adalah uang haram hasil korupsi ayahku), mau apa lagi? Aku sangat marah saat itu. Kuhampiri dia dan kupeluk dari belakang. Dan yang membuatku semakin menyesal adalah aku tidak sempat melihat jenazahnya, karena telah dikuburkan di




















