“Terima kasih Nyonya. Bokep mom Tapi Nyonya Wulandari selalu memberiku obat perangsang, kalau aku sudah mulai tidak mampu lagi melayani keinginannya yang selalu berkobar-kobar itu. Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu. Terus terang, pada dasarnya memang aku tampan dan memiliki tubuhnya yang tegap, atletis dan berotot. Setiap hari aku berjalan. Dan terus menekan pinggulku dengan kakinya hingga batang kebanggaanku melesak masuk dan terbenam ke dalam telaga hangat yang menjanjikan berjuta-juta kenikmnatan itu. Nyonya majikanku itu benar-benar sudah tidak mampu lebih lama lagi bertahan. Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami. Kalau memang bisa, kebetulan sekali”, sahutnya.Sesaat aku jadi tertegun. Begitu juga yang terjadi denganku. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur. Meskipun usia Nyonya Wulandari sudah hampir berkepala empat, tapi memang dia merawat kecantikan dan tubuhnya dengan baik. Tentu saja wanita pemilik mobil ini jadi senang. Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya.




















