Santi menatapnya dengan tatapan memelas, dengan penuh kasih sayang Amir mengelus-ngelus rambut Santi.“sejujurnya sih, kalau Bang Amir nggak keberatan Santi ingin minta tolong sama bang Amir”“katakanlah say…““Entah kenapa Santi selalu berada disini, semuanya samar-samar bagaikan tertutup oleh kabut yang tebal, Santi tidak dapat mengingat apapun bang, Santi seperti terjebak ditempat ini…““Hoh ?? Bokep crot Otak Amir berputar keras, apa gerangan yang sanggup merobohkan Samsul ?? Kini giliran Santi yang melotot, penis Amir panjang dan besar, beda sekali dengan tubuhnya yang kurus tinggi.“pantesan badan Abang kurus, ternyata yang besar justru yang inii hi hi”“Ehh jangan pegang-pegang Nonn…”“jangan panggil Non, panggil saja namaku Santi,hi hi duh besarnyaaaa”Bibir Amir Smit meruncing saat telapak tangan Santi menggenggam batang miliknya, ia mengerang pelann merasakan kocokan – kocokan lembut yang memberinya kenikmatan yang luar biasa.“Ouhhh, Sss-Santiiiii…, Ngahakk, NGGGUU-uuuhh..” terdengar suara lenguhan keras saat Santi mencium kepala penis Amir, ia mengangkat wajahnya ia




















