Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Bokepindo Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Singkat cerita dia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Sedangkan aku belum apa-apa. Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru. Aku malah balik bertanya, “Kamu ngapain kerja di sini?†“Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.†“Ya, boleh ajaâ€, jawab istriku.




















