Kembali semua mata menatap ke dadaqu dan bra uniknya.“waduh….gone…gone…gone…” Pak Yahya kecewa karena tebakannya meleset.“Haha…gapapa Pak Yahya, tenang aja, Kirana juga akan meramaikan acara nanti malam kok!” Pak Adi menenangkan, “Yuk sekarang kita makan aja dulu yah! Bokep stw Ketika terbangun, di luar sana sudah gelap dan jam menunjukkan pukul tujuh malam lebih. Sudah siap semuanya?” tanyanya“Beres Pak, tinggal menunggu perintah kapan disajikan!” sahut si chef.Pak Adi menghampiriku“Kamu siap Kir?” tanyanya“Siap Pak kapan saja kok!” jawabku tersenyum.“Hehehe…kamu memang sekretaris aqu yg hebat” pujinya, “baik kita jumpa lagi di ruang tengah!”Meja ini pun didorong menuju ruang tengah tempat jamuan berlangsung, jantungku berdebar-debar menanti pesta liar itu. Kemaluan itu sudah menyusut begitu ditarik keluar dari kemaluanqu, aqu benar-benar tanggung dibuatnya, kukira si Paki ini perkasa padahal cuma tahan segitu saja. Belum lima menit aqu duduk, Pak Adi meminta tolong padaqu untuk mengambil sebuah folder dokumen di kantornya di bawah.




















