Tapi, aku ga boleh nyerah buat dapetin dia.Siang itu, aku melihat ada Farel, salah 1 anak paling lama yang suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. “Ya pingin aja atuh, namanya juga penasaran.” Jawabku. Bokep hijab Dan genjotannya pun sangat menghentak-hentakkan tubuhku. Semuanya berjalan sesuai rencana. Gumamku dalam hati. Mau cewek atau cowok. “Oohhh itu. Nafasku memburu. Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur. Untuk apa keluar? WTF, berarti dapet perjaka lagi nih, fikirku. Dirumahku atau pun lebih bebas dirumahnya yang memang dia tempati sendirian. Kucatat di hp ku. Tumben sih teteh tanya-tanya orang yang datang kerumah, biasanya juga cuex.” Lanjutnya sambil cengengesan. Khususnya abege-abege yang broken home. “Wadaw teteh, kirain siapa!” Kata Farel, terlihat dia sangat kaget. Aku fikir dia bukan seperti anak-anak yang lainnya. Tadi kan yang sms dia. Untuk apa keluar? Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur.




















