Bukan gadis yang berhak masuk dalam katalogku. Bokep jilbab Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. “Seandainya saja pikiran kita sudah lebih terbuka, mungkin Indonesia sudah kehabisan perawan. Karena ia adalah temanku, sahabatku, orang yang kukasihi.Jay? “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. “Dasar! Karena ia adalah temanku, sahabatku, orang yang kukasihi.Jay? Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie. Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu.




















