Sesaat kemudian kaos itu telah kubuka. Brazzers Ngantuk. Aku sudah tidak sabar, pada suatu saat aku kelepasan. Bukan menghujat. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Dari baju kaosnya yang pendek, dapat kulihat putih mulus perutnya. Jangan malah selingkuh …” Teriak salah seorang temannya. Tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Angkat topi buat gerakan mahasiswa kita! Dia pun menatapku. Bukan menghujat. Tubuhnya indah. Kuciumi daerah hitam itu. Hahaha.”Dia ikut tertawa.Aku mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya. “Ohk!.., aduh Mas Ray, cuma bisa masuk seperempat…”“Ya udah Diana, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. Aku menjawabnya dengan senang hati.Terkadang pun aku bertanya padanya. Jangan mau dibohongin, cowok tu selalu begitu.”“Lho, Mas sendiri cowok.”“Makanya, aku tak percaya sama cowok. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang.Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang.




















