Aku tidak tahan. Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Bokep india Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Ia menyenggol kepala juniorku. Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Ah masa bodo. Hap. Aku menggelepar.“Sst..! Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Yes.., akhirnya. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh.Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Toh ia sudah seperti pasrah berada di dekapan kakiku.Aku harus, harus, harus..! Ia menyenggol kepala juniorku. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Ayo. Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku.




















