“Mantap palak lu”, potong Florensia. Bokep Kamera terus disorot hingga Fahmi dan Guntur mulai melepaskan bra dan celana dalam yang masih dipakai Karen.Karen ingin menolak, namun badannya tidak bisa digerakkan, bagaikan obat bius, dia hanya bisa melihat dan menangis, tanpa bisa berteriak.Terpampang sudah tubuh indah Karen, bukan hanya di depan Fahmi, Guntur, Yesi dan Florensia, melainkan di depan kamera yang entah ke depannya akan ditonton orang banyak atau hanya sekedar privasi saja.Mata Karen mulai meneteskan air mata. Kantor pemotretan, mereka bergerak dibilang pemotretan khusus majalah dewasa. “Sama lah, gue juga dah bete ma keluarga gue, tau ga? Dari sana lah Karen mengambil sebuah keputusan untuk bekerja di kantor yang di tawarkan eh Florensia. Lalu Fahmi memberikan cairan pelumas kepada Guntur untuk dioleskan ke penisnya sehingga lebih mudah masuk ke lubang vagina Karen.Karen terlihat kesakitan, namun ia tidak bisa berteriak, dari mimik wajahnya terlihat ia sedang merintih kesakitan karena vagina sempitnya disobek perlahan oleh penis besar Guntur. “Wah, akhirnya ya…”, singgung mamanya, memang sejak Karen




















