Obrolan kami nyambung. Aku segera menolehkan pandanganku dari kontolnya. Bokep jilbab Celana renang segitiga yang kukenakan, tak lagi bisa menampung kontolku yang membengkak. Karena ada bantuan penerangan dari lampu lemari es. Di selangkangannya kulihat sebatang kontol dengan ukuran luar biasa. Mama tak sadar dengan kehadiranku, karena saat itu ia sedang memejamkan matanya sambil mendesah-desah. Gede banget Tom. Entah kenapa. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Sebulan berlalu. Gawat kalau ia tahu aku sedang serius mengamati detil kontolnya itu. Jangan salah sangka dulu men. Uang jajan tak pernah kurang. Obrolan kami nyambung. Piaraan Mama itu dimanfaatinnya juga buat muasin nafsunya yang binal. Tapi dia masih duduk di semester dua. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. Namaku Tomi.Semester enam fakultas ekonomi di sebuah perguruan tinggi swasta yang beken di Jakarta. Malu. Sampai suatu hari. Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya.




















