Nggak percaya cobalah. Akupun merasa dik Duta makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yang cantik. Bokepindo . “Habis apa Mbak?” Duta panasaran. Pahaahh.. “Habis… E n a a k hi… Hi… Hi” jawabku sambil cekikikan.Duta langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Pujo, tanpa sungkan lagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat kontolnya sudah ngacung.“Eh… Makan duluu… Ah aku lapar nih.. “Habis… Habis…” jawabku nggak kulanjutkan. Setelah hampir sepuluh menit Duta memompa memekku aku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukannya.“Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Pujo maksudnya) nggak kebagian” bisik Duta padaku.Duta melepaskan kontolnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yang hilang dari selanggkanganku, Duta berdiri sambil membimbingku Mas Pujo masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Entah apa sebabnya Mas Pujo hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Duta setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Aku sudah nggak tahan.. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu




















