Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Bokep indo live Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Air mataku jatuh tanpa terasa. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Tes! Ucap isteriku kalem.“Iya. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. berember-ember. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah,




















