Lalu terasa tangannya yang halus memijat dan mengelus punggung saya. Bokeb Oi, buka mata kamu, Von..!” ujar Jenny sambil masih memilin-milin puting saya. Tidak pernah ada orang yang membuat saya merasa begitu aman, tenang, nyaman, dan membuat saya merasa begitu dicintai dan dikagumi. Entah berapa lama Jenny memainkan susu saya, tapi rasanya seperti bertahun-tahun terperangkap dalam rasa nikmat. Kami berbagi kehangatan dengan sangat mesra pagi itu, dan kejadian itu sempat terulang beberapa kali lagi di hari-hari setelahnya, sampai kemudian saya mendapati apartemennya kosong dan teleponnya tidak diangkat. “Hey, suatu saat aku ingin bertukar tempat denganmu!” seru pria itu sambil menatap ke arah saya dengan senyuman ramah. “Ngeliatin apa, Von?” tanyanya membuat saya tersipu. Itu pasti segerombolan preman kasar pegawai perusahaan Italia yang menagih uang keamanan. Saya seperti bingung, berusaha meraih dan mencengkeram apapun yang dapat saya raih, sprei, bantal, tiang ranjang, apapun. Kedua buah susunya tidak besar, namun kencang dan indah. Aduhh, puting susu saya rasanya begitu nikmat.




















