Membuat Lia sedikit terkejut, kaget menatapnya.“Waw…Ri, Ini ****** apa ******?” Ucapnya setengah berbisik. Bokep indo Menjepit kemaluanku, hangat didalamnya. “Ini pelir kuda namanya, Ya” Jawabku dan juga berbisik ditelinganya. “Sayang, Ari mau keluar nihhhh…”
“Keluarin didalem Rii…dimemek Liaaaa…aaakhhhhh!”
“Mau pejuh Ari yaaa?”
“Iyahhhhh..memek Lia hausssss…lebih cepat sayang…aaaahhh, siramin memek Lia pake pejuh…”Crootttt, crooottt…air maniku muncrat begitu saja membanjiri liang vaginanya, sedangkan tubuh Lia bergetar beberapa saat sambil mengeluarkan suara lenguhan, nikmat sekali rasanya bercinta dengan gadis itu.Entah berapa kali penisku berkedut-kedut memuntahkan isinya, aku sendiri tidak mencoba menghitungnya karena kehangatan menjalar disekujur badan membuatku tetap diam merasakan puncak orgasmeku tadi.“Makasih ya Ri!” ucapnya pelan dan tersenyum padaku. Slop..slop…slop.. Namun mereka semua salah besar, karena diantara kami tidak pernah ada ikatan dan komitmen.Ketika aku sedang asik melamun, sambil memandang wajahnya tiba-tiba kurasakan jemari halus dan lembut itu meraba bagian depan celanaku“Hayo, ngelamun jorok ya?” terdengar suara Lia pelan, tapi matanya masih terpejam. Enak ya sayang?” Tanyanya manja, “Iya nih, tetek kamu enak banget yang!” ucapku yang masih saja mengelomoti




















