Namun rupanya lelaki tua itu tidak peduli, bahkan senang melihat aku dalam keadaan demikian. Aku bangkit dan berlari menghindar. Link bokep Bergegas pula Pak Hr melucuti kaos oblong dan sarungnya. “Tidak, terima kasih. Seolah ada pesona tersendiri hingga pandangan mataku terus tertuju ke benda itu. “Gimana sudah siap?”, tanya pak Hr mengejutkan aku dari lamunannya. “Ngapain kau cari-cari dosen killer itu?”, Ratna itu bertanya heran. Belum habis bicaranya, Pak Hr sudah menuburuk tubuhku. “Segeralah mendaftar, kuliah akan dimulai minggu depan!”. Pak Hr hanya mampu terbengong mendengar jawabanku yang seenaknya itu.Aku sedang berjalan santai meninggalkan rumah pak Hr, ini pertemuanku yang ketiga dengan laki-laki itu demi menebus nilai ujianku yang selalu jeblok jika ujian dengan dia. Tapi masa bodohlah.Berkali-kali kuusap keringat yang membasahi dahiku. “Masuk…!”, Sebuah suara yang amat ditakutinya menyilakannya masuk. Dengan langkah ragu-ragu aku mendekati ruang dosen di mana Pak Hr berada. Aku pun dengan malas bangkit dan mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai.




















