Itu kan kotor. Brazzers Kami juga kadang-kadang ngobrolsantai,kebanyakan tante Ani suka bertanyatentang kehidupan sekolahku sampaimenanyakan tentang kehidupan cintaku disekolah. Alasan aku ditinggal mereka karenaaku masih harus sekolah.Ibu sering mengundang teman-teman lamanyabermain di rumah. Lukisanyang berbobot tinggi,dan aku yakin pasti bukanbarang yang murahan.“Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante keBali tahun lalu” kata tante Ani memecahkansuasana hening sebelumnya.“Bagus tante. Ayahsering kencan berdua dengan tante Tina,danterkadang mereka mengajakku pergi bersama-sama pula. Aku menganalisa ruangansekitarnya. Di saataku menulis cerita ini, aku baru saja menginjakumur 25 tahun. Pasti mahalyah?!” jawabku kagum.“Ngga juga sih. Di sana tidak ada siapa-siapa yang tinggal di sana selain tante Ani. Maklum ibu adalah ‘business-mindedperson’. Di sono kanbanyak pilihan,ntar kita pilih aja yang kita mau.”“Oke deh. Ayo lepas satu yangmenempel di badan kamu.” kata tante Anidengan senyum kemenangan.“Jangan gembira dulu tante,nanti giliran tanteyang kalah. Tapi lagi-lagi,aku sepertisapi dicucuk hidung-nya,apa yang tante Animinta,aku selalu menyetujuinya.




















