“…Dan soal kamu, Om sudah dengar langsung dari Om Rudi”. “Ini aja deh Om…”, Cinta akhirnya menyerah dan menunjuk sebuah tablet PC berukuran 10 inchi merk terkenal. Bokep barat Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. “Katanya mau buru-buru meeting?”. Tak lama pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka berdua. Semua yang tadi Om tawarin itu adalah tulus karena kamu adalah sahabat baik anak Om, itu gak akan berubah walau kamu menolak sekalipun…”, Om Ridwan menelan ludah. “Oh gitu, ya udah aku berangkat dulu kalo gitu”. Jawabannya tidak juga. Tatapan nanar ke arah kedua pahanya. Ia sama sekali tidak pernah memberitahukan nomor ini selain kepada pelanggannya. Tangan Om Ridwan sedikit kesulitan merasakan mulusnya paha tersebut akibat terhalang tebalnya kain jeans. Tapi wajah dan penampilan bukanlah yang utama. “Silakan”.Sambil menunggu Om Rudi menyelesaikan urusannya, Cinta melihat-lihat dan berjalan-jalan ke sekitar. Mengunakan tas jinjing ia menutup celah diantara rok jeans pendek yang dipakainya. “Ya gitu deh Om”. Jadi kini bola panas kembali berada di pihak Cinta.“Oke minum dulu




















