“Kalau aku lepasin tanganku, lo berguling tengkurap dan jangan berisik atau aku potong leher lo.” Aku tentu tidak bermaksud akan membunuh dia, tapi paling tidak itu berhasil bikin Dhea ketakutan. Bokeb Aku benamkan wajahku ke selangkangan Dhea, menikmati wangi tubuh Dhea, yang terus mengerang ketakutan. Umurnya lima belas tahun. Aku berdiri di samping ranjang Dhea memilih langkah selanjutnya. “Lo masih perawan tidak Dhea? Jangan bergerak, jangan bersuara, atau lo mati.” aku dengar nada suaraku yang lain sekali dari biasa. Dhea tetap terlihat cantik. Aku buka pintu dan masuk sambil menutupnya kembali. Selimut yang menutupi tubuh Dhea sekarang sudah ada di lantai, dan aku bisa melihat jelas gadis yang lagi tengkurap di depanku. Aku menghentak dia beberapa kali lagi, sekarang dengan penuh perasaan seperti sepasang kekasih. Aku terus meraba vaginanya, sampai aku tidak tahan lagi, dan langsung kutarik celana dalam Dhea sampai lepas. Dan tangannya yang terikat erat benar-benar membuat Dhea sempurna buatku.Aku buka kaki Dhea tanpa perlawanan yang berarti, dan membenamkan wajahku, yang membuat




















