Rida berusaha meronta. Crrrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.Rida merasa akan muntah. Bokeb Nghh! Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Jangan Pak! Aku mau pulang dulu..”, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata.“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab.Di luar hujan mulai turun. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Warto mencekal lengan Rida. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Crrrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.Rida merasa akan muntah. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh,




















