Dengan uang sebanyak itu untuk sementara Cinta dapat melupakan pertemuannya dengan Om Ridwan. Bokep arab Ada sepasang turis asing disampingnya terlihat sedang menyelesaikan pembayaran untuk check out. Sengaja Cinta berbicara cukup lama dengan sales penjaga counter-counter yang dimasukinya. Untungnya mereka bisa kompak bersandiwara untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Cinta sendiri hanya memandang kearah Om Ridwan. Entah apa yang mendasari ia menjalani profesi ini. Cinta dan Rido beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing.Cinta melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. “Okelah, ntar kabar-kabar kalo ada ‘barang’ baru lagi hahaha”.Om Ridwan hanya tersenyum kecil. Mungkin hubungan gelap ini memang harus ditakdirkan terjadi, Cinta membatin.“Ntar ya Om bayar dulu”, Om Ridwan kemudian berdiri dan menuju kasir. Cinta pun berjalan kearahnya. Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. Rido mengangguk. Menerima ‘klien’ bermodal besar membuat Cinta menjadi banyak memiliki kenalan kelas atas. Belum lagi kerutan-kerutan di wajahnya menambah kesan ‘tua’ tersebut.




















