Bukan karena hukuman atau pengurangan nilai karena terlambat masuk yang aku khawatirkan, tapi satu hal yang membuat aku khawatir, hal membuat aku jadi terlambat bangun pagi tadi karena tidur terlalu malam.Atap sekolahku mulai terlihat, semakin cepat ku genjot pedal si bendot, akhirnya kuliat tulisan itu “ SMU N 1 PATIKRAJA “, sebuah sekolah kecil dikaki Gunung Slamet“ Hosh..hosh..hosh” nafasku senin kemis.“ Pak Narto tunggu, jangan pergi dulu tolong bukain gerbangnya “ panggilku.“ Oalah koe Gil, kok bisa terlambat piye toch, cepat-cepat masuk nanti ketahuan guru BP habis kamu” Pak Narto memang baik kepadaku, mungkin karena beliau dulu teman sepermainan almarhum ayahku.Jam 7.15 wib, ku lirik di jarum jam yang tertempel didinding dekat ruang guru, si bendot ku parkirkan sembarangan saja di parkiran sepeda kemudian ku berlari ke kelas, sesampainya dikelas masih terdengar suara riuh anak-anak, ku buka pintu kelas, dan seketika itu juga suasana hening tercipta, saat ku langkahkan kaki ku kedalam kelas IIA keributan tercipta kembali.“Adeeh bikin kaget aja kamu Gil, yo




















