Tak ada yg istimewa. Brazzers Sedangkan aqu sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aqu tak terus menangis. Saat itu aqu merasakan sebelah tangan Lidya menjalar ke bagian bawah perutku.“Okh..?!”.Aqu tersentak kaget setengah mati, ketika tiba-tiba merasakan jari-jari tangan Limda menyusup masuk ke balik celana dalamku yg tipis, dan..“Lidya, apa yg kau laqukan..?” tanyaqu tak mengerti, sembari mengangkat wajahku dari dadanya.Lidya tak menjawab. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu.“Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aqu mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Namun aqu sama sekali tak tertarik padanya. Anehnya, hampir semua kawan mengatakan kalo aqu sudah pacaran dgn Lidya, Padahal aqu merasa tak pernah pacaran dgnnya. Waktu itu aqu melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya.




















