●°●°●Nita“Niiiittt….” panggil Bram dari arah teras rumah.“Ya Bram, ada apa?” jawabku sembari menghampirinya.“Ini Bunda mau ngomong sama kamu.” ujarnya sembari memberikan Hpnya padaku.“Hallo, Assalamualaikum Bunda.” ucapku memberi salam di ujung telpon.“Waalaikum salam, sayang.” jawab bunda di ujung telpon sana.“Ada apa, Bun?” tanyaku sopan.“Tadi bunda ditelpon sama Mamamu. Aku bagaikan setangkai mawar yang dikelilingi banyak kupu-kupu. Bokep Aku memasang wajah memelas sehingga kegantenganku berlipat, “Bentar kok, cuma 5 menit doang.”“Kagak pakai acara ngopi-ngopian.”“Aduh… Duh… Duh… Sakit, Nit….”Jewerannya mendarat dan kupingku langsung diseret menuju kelas PA2. “Lagi ngapain Nit?” tanyaku basa-basi.“Cowok mesum.” serunya dengan sorot mata yang tajam menatap kearahku.“Kok aku dibilang cowok mesum? Menyeramkan bukan?!“Ah… Biasa saja. “Ya Va, ada apa?” tanya Nita kepada temannya.“Baju yang kamu pesen sudah sampai loh, mau diambil sekarang gak di kost-sanku?” ujar cewek bernama Eva. Mau si Mbok panggilin?”“Gak usah Mbok, makasih.”“Itu ibu, Mbak.”“Eh cantik…” ucap Bunda Bram.“Assalamualikum, Bunda.” ujarku memberi salam sambil menyalim tangan Bunda Bram.“Waalaikumsalam sayang, muuuaacchh….” Bunda mencium keningku dan memelukku.“Anak Bunda sudah makan belum?




















