Tapi kini mereka sudah mendapatkan tubuhku berkat bantuan wali kelasku yang bejat ini. Aku juga cukup penasaran dan ikut mengintip. Bokep hd “Eliza, kamu lebih cantik kalau rambutmu dibiarkan tergerai seperti ini”, kata pak Edy dengan bernafsu. Ternyata sesuai dugaanku, penis itu panjang dan besar. “Aku ikut sayang”, kata Jenny, bikin aku tersenyum geli. Kemudian aku masuk ke dalam salah satu dari tiga kamar di WC ini. Eliza ini lebih enak dari Vera kan?”. Tepat sebelum masuk ke toilet, aku menghentikan langkah.“Jen, kamu dengar nggak? Keduanya adalah pilihan yang sangat sulit bagiku. Aku memejamkan mata, rasanya terhina sekali mendengar pujian yang sebenarnya amat melecehkanku ini.Dan beberapa saat kemudian, ronde kedua pemerkosaan terhadap diriku dimulai. Pak Edy juga sudah melepaskan cengkeraman pada kedua pergelangan tanganku, hingga aku bisa mengistirahatkan tanganku yang pegal karena tertarik kencang ke belakang selama beberapa menit.Selagi aku mencoba memulihkan tenaga yang rasanya terkuras habis ini, wali kelas sialan ini memperkenalkan pemerkosaku satu per satu, hal yang harusnya sama sekali tidak penting untuk




















