Maka lengkap sudah penderitaanku hari ini.“Kamu benar-benar bisa memuaskan Bapak sayang, lain kali kayak gini lagi ya” kata Pak Budi sambil menggosok-gosokkan penisnya ke wajahku,“Gak nyangka gue hari ini mendapat rejeki nomplok, kapan-kapan kita main lagi ya Non, ketagihan nih saya sama memek Non, hahaha!!” dengan kasar Pak Joko mencabut penisnya dari vaginaku“Betol itu….betol…memek Non Dhea enak banget, bikin saya ketagihan coy, hehehe!” sambung Pak Doni yang tidak kalah puasnyaMereka bertiga tertawa-tawa dan melecehkanku yang terbaring lemas di dipan pos satpam. Bokeb Aku diam saja tidak mendengarkan celotehan Beno, walaupun aku bilang tidak ujung-ujungnya aku juga pasti akan kembali dikerjai oleh merekaDengan susah paya akhirnya aku mampu berdiri namun ketika aku hendak mengambil dasterku tiba-tiba Mas Indra menghalanginya,“Mas kembalikan dasterku,” aku mulai kesal dengan tingkah laku Mas Indra,“Wanita sepertimu tidak pantas mengenakan pakaian seperti ini, ya ga Ben” Beno hanya mengangguk saja,Muak sekali rasanya aku melihat mereka, aku sangat menyesal memberikan tubuhku kepada mereka, ini sudah kelewatan.“Sudah sana keluar, kami masih ada urusan!” sahut




















