Sore sudah berlalu dan keadaan cukup gelap di tempat itu. Bokepindo Antara malu dan tak mengerti yang terjadi.bersambung Aku mulai membiasakan diri selama beberapa menit hingga bisa duduk di bawah pancuran mata air panas. Ini pasti lebih dari 40 derajat selsius, mungkin 50 atau 60 derajat. Tapi terlempar ke masa lalu membuatku sangat bergairah. Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno. jadi kuputuskan membuka bajuku dan bertelanjang bulat seperti mereka.Aku mendapat pancuran ketiga di sisi sebelah kanan. Kuputuskan untuk di sebelah saja.“Boleh gabung mas?”“Monggo.. “Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. Namun lebih banyak di dekat gunung berapi yang tidak lagi aktif.“Mas ini dari mana, mas?” Orang di sebelahku memulai percakapan.Ramah juga orang ini. Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Akupun dapat info bahwa aku disebut-sebut sebagai Arya Sembrani, mata-mata yang paling dicari karena selalu membocorkan rahasia Majapahit. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang




















