Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. “Cukup segitu?” tanya Jayu lagi. Bokep live Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Apalagi di saat-saat seperti ini. Sempit, hangat. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku. Sampai sekarang. Kalau kamu?” Chie menghela nafasnya. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Kenapa dengan itu?”
Chie terdiam sesaat, menghentikan gerakan ballpoint di tangannya. Sepi kok!” Jay tertawa kecil. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. “Sebelum aku menjadi milik bule. Gadis yang satu ini sangat unik. Tertawa kecil. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Ini pancaran yang jauh lebih dewasa, yang membuatku merasa demikian kecil di hadapannya. Yang lebih suka minum es dengan murahan daripada minuman-minuman mahal yang tersedia di kafe-kafe.




















