Beberapa menit kemudian ia sudah tertidur dengan pulas. Karena di rumah tempat kost-ku cukup tesedia makanan instan. Brazzers “Hai, kamu sukanya bikin kejutan. Selesai mandi, ia membereskan kembali tasnya. “Gimana, komentar dong.”“Ada filmnya nggak?” “Nggak ada, tapi kalau yang asli justru ada”, kataku sambil bergurau. Kalau pacar atau orang lain aku tidak bingung, tetapi ini adalah saudara sepupuku yang sewaktu kecil sering bermain bersama.Tetapi karena ia terus mengusap kemaluanku dari luar celana, aku buang pikiran itu jauh-jauh keraguanku. Entah karena sudah terbiasa, atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya. Kutancapkan dalam-dalam kemaluanku, hingga kami saling berpelukan. Dia tersenyum dan berkomentar.“Bagaimana kalau ada anak-anak yang masuk ke kamar ini”, aku jawab bahwa kamar ini khusus untuk orang yang sudah dewasa. Sampai ia mempunyai pacar dan menikah. “Tapi apa Mas..” “Tapi harus ada gantinya, barter gitulah.” “Tapi kalau yang ini aku nggak punya”, sambil ujung jarinya menunjukkan kemaluan pada gambar yang ia pegang.“Yang semacam juga nggak pa-pa” “Yang bener nih”, sambil tangannya bersiap-siap mau memegang daerah




















