Kedua tanganku terus memijat lembut kedua putingnya, terkadang aku kembali menggigit dan menjilati kedua putingnya, ia pun terus mengerang. Bokep colmek Aku kembali terpana melihat ukurannya yang sangat besar dengan kepala tak bersunat, entah apakah bisa masuk ke dalam mulutku, tanganku mulai mengocok lembut, kulihat kepala penisnya memerah akibat permainan tanganku. “E…eh…!? Tak lama kemudian…yess…selesai sudah bagian akhir dari tugas yang sangat melelahkan ini. Aku kembali ke cubicalku untuk meneruskan pekerjaanku, namun bagaimanapun aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik lagi karena masih terbayang-bayang kejadian di ruang Pak Hendro tadi, selangkanganku terasa sangat basah. Sambil menikmati genjotan atasannya, Eva menggigiti telapak tangannya sendiri agar desahannya tertahan dan tidak terlalu ribut. Kusesuaikan irama gerakan tubuhku dengan gerakan penisnya. Ia melucuti blazerku dan menjatuhkannya di bangku panjang di pinggir ruang itu, kemudian mulai mempreteli kancing kemejaku. Setelah mendapat kembali kekuatanku, aku kembali berpakaian dan berbenah diri bersiap untuk pulang. Sesampainya di sana ia menutup tirai dan mengunci pintunya lalu Kami kembali bercumbu liar saling berpelukan.




















