Tubuhnya mengejang berbagai saat, kemudian lunglai di atas tubuhku. Sambil menantikan pesanan datang, aku meminta hp Rena. Bokepindo “Ok, daaggh..” kataku pada mereka berdua. “Iya sendirian aja. Aku tidak tahan lagi. “Bukain ya” kataku. Mereka akhirnya setuju serta kami menuju tempat parkir. Kusodokkan penisku kembali ke dalam tahap tubuhnya yang paling vital, serta erangan Elis kembali terdengar ditimpali dengan suara derit ranjang. Tidak menantikan lama lagi, langsung kuraih wajah cantik Rena serta kulumat bibirnya. “Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Elis pada sang gadis. “Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Rena. Namun tidak mengapa, aku sok nekat saja duduk di sebelahnya sambil tersenyum. Coba cowokku segede ini..” kata Elis sambil mulai mengusap-usap kemaluanku. “Iya..kita berdua aja dibangun kewalahan…”sahut Elis sambil mengusap-usap dadaku. “Sini Ren” panggilku. “Nggak sekolah ?” tanyaku lebih lanjut
“Nggak sedang bolos. Seusai itu, kutarik Rena menuju tempat tidur. Kebetulan baru minggu lalu aku menerima pembayaran dari salah seorang klienku.




















