Namun Arini agak lebih pendiam dan gelisah.Tangannya terusterusan memeluk bantal besar, berusaha menutupi apa yang ada di baliknya.Ia tak tahu bahwa pria di sebelahnya lebih gelisah lagi, meski alasannya sedikit berbeda. Bokepindo Tapi setelah selesai ia baru sadar bahwa sejak tadi tangan kanan Muhris terusterusan membelaibelai pahanya, bergantian antara kanan dan kiri.Kini ia benarbenar merasakan rangsangan itu, rangsangan yang lebih terkesan dewasa dibanding sekedar ciuman bibir.Tangannya bertindak cepat, mencegah Muhris sesaat sebelum tangan kekasihnya itu menyentuh bagian pangkal pahanya.Mulut mereka terdiam dan hanya mata yang berbicara. Kakinya merapat menjepit tangan Muhris yang tak juga berhenti bergerak. Sedang tangan kanan diletakkan di atas lutut Arini yang terbuka. Ngobrol berdua, bercanda, tertawa, nonton film, main game PS hingga makan malam. 2 tahun sudah mereka saling mengenal, sejak keduanya samasama duduk di bangku kelas satu.Dan perasaan suka itu muncul di hati Arini tak lama setelah pertemuan pertamanya. Tapi hal itu tak berlaku malam ini, karena kini Arini merasa lebih santai dan bebas.Di satu kesempatan Muhris memeluknya sembari










