Untuk pertama kalinya, aku melihat sosok badan sempurna seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana. Tak terlihat ada pesta. Bokep mom sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Namun Lidya tak manja dan bisa mandiri. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Dia malah tersenyum. Namun aku tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Dia menarik tanganku dan menaruh di atas pahanya yg tersingkap Cukup lebar. Suasananya sepi-sepi saja. Dan juga anak terakhir. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herlambang, suaminya Mbak Indira.




















