Si Kumis masih saja mengacak-acak koper itu seakan mencari sesuatu yang hilang. Telapak tangan kami ditempelkan di tembok (cermin) di depan kami dan kaki kami direnggangkan dengan menendang telapak kaki kami agar bergeser menjauh.Si Brewok mulai memeriksa seluruh tubuhku. Bokepindo Si Tegap meraih BH itu dan menariknya satu kali dengan keras sehingga lepas dari tubuh Sherly.Secepat kilat Sherly menutupi kedua dadanya. Beberapa benda di kantong baju dan celanaku dikeluarkan dan diletakkannya di meja terpisah.Sama halnya seperti yang terjadi pada diriku, si Tegap memeriksa Sherly dari atas ke bawah. Lalu ia berdiri dan berkata pelan kepada si Kumis (lagi-lagi aku tak dapat menangkap kata-kata yang diucapkan mereka).Si Kumis berkata-kata lagi diikuti dengan ditariknya celana dalamku ke bawah oleh si Brewok. Tangan pria itu (sebut saja si Kumis) mengeluarkan satu kantong berisi bubuk hitam dari dalam koper.What is this? Akhirnya aku hanya berdiri dan berdiam diri.Tak beberapa lama setelah itu, si Kumis berjongkok di depan Sherly sehingga aku tak dapat melihat apa yang dilakukannya.




















