Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Bokeb Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Dia punya usaha untuk hidup. Darah seketika muncrat ke mana-mana. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Apa yang ingin mereka lakukan? “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut.




















