Akhirnya aku meledak. Bokepindo Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Kutarik tangannya ke selangkanganku. Dengan mengenakan daster pendek jauh di atas lutut model tank top. Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Bahkan ia tidak sadar bahwa aku telah berganti pakaian dengan waktu bertemu tadi siang. Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! HRC hampir tutup. Kepalaku sudah berat. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Kangen? Ternyata..?Tidak ada yang jelek dari Felly. Ataukah memang Love is Blind.Singkat cerita kami berempat dengan teman-temanku ke Zanzibar. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. “Ok Ricky, Biar bagaimanapun.. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di




















