Oukhh, Yuni.. Aku makan dengan cepat dan kemudian mulaiminum es teh tadi. Bokepindo Aku mau.. Teruskan.. Akupun kemudian melepas pakaianku dan berbaring di sampingnya.“Mas ini orang mana sih, kok bulunya banyak sekali?” tanyanya.“Jawa asli 100%,” kataku.“Ada turunan Arab atau India kali ya?” selidiknya lagi seperti tak percaya dengan jawabanku.“Kamu kerja di mana Yun?”“Di Pasar Minggu”.“Kok mau ke Grogol lewat sini?”“Iya, sekaligus mampir tempat bapakku kerja”Setelah ngobrol beberapa saat aku tahu ternyata dia berasal dari Riau, umurnya sedikit di bawahku. Kecil-kecil nafsunya besar juga nih anak. Kusambut saja dia dengan payungku dan kami berpayungan bersama. Akhirnya kami berteduh di bawah emperan toko.Iiih, “laki-laki kok bawa payung, tumben-tumbennya ada laki-laki takut hujan” katanya. Sesekali gerakanku agak pelan dan kugantung selangkanganku. Enak sekali Mas Anto, aku.. Matanya terbuka lebar, tangannya mencakar punggungku, mulutnya menggigit dadaku sampai merah.




















