Sesaat kemudian disambutlah saya dengan seekor anjing jenis herder“Gukk… Gukkk… Gukkk…”, suara anjing.Saat itu nyali saya sempat ciut juga.Kemudian tak berapa lama keluar seorang bapak memanggil berteriak…“Dion… Dion… Ayo sini masuk…”, ucapnya.Wah keren banget nama si anjing ini. Temanku itu juga memberitahukan lokasi dan alamat calon pembeli mobil mewah itu. Bokeb Kemudian kamipun tiduran sejenak untuk menghela nafas kami. END Ssss… Fa… Eummm… Aghhhhh…”, hanya itu yang keluar dari mulut Gita ketika kujilati Vagina-nya.Kemudian saya jilatin bibir Vagina-nya atas bawah bergantian dengan pelan dan pasti. Kemudian saya rebahkan dia di springbed,“Kamu buas banget deh Fa, Aghhh…”, ucapnya sambil tersenyum genit.Kemudian saya angkat kakinya ke atas, saya jilatin jari – jari kakinya yang halus dan bersih, saya jilatin betisnya, sambil meraba – raba pahanya. Gita pun kelihatan mulai tak tahan lagi, dia pegangi rambutku sambil mendesah – desah tak karuan. Saya jadi inget temenku di kantor yang bernama Dion, untungnya dia nggak saya ajak ke sini.




















